Home Industri

Kekayaan alam Indonesia sangatlah berlimpah, hampir setiap tempat memiliki kekayaan alam yang sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Bagi mereka yang memiliki bakat ataupun insting wirausaha yang kuat, benda-benda yang selama ini dianggap tidak bisa dijadikan produk berdaya jual, bisa berubah menjadi bisnis yang menjanjikan.
Mika Erviniyanti bisa jadi adalah salah satu orang yang memiliki bakat dan insting wirausaha yang kuat. Sejak kuliah, perempuan yang tinggal di Salatiga ini sudah memiliki pendapatan dari kreatifitasnya mengolah pelepah pisang. Awalnya membuat kerajinan tangan memang menjadi hobinya, beberapa teman yang suka dengan hasil karyanya kemudian menyarankan Mika untuk memperbanyak karyanya.

Dari situlah kemudian Mika mendirikan Mika House yang memproduksi berbagai produk aksesoris. Keinginan kuat itu juga muncul karena beberapa pesanan sudah diterimanya. Pesanan pertama yang Mika terima berupa saouvenir berjumlah 50 biji. Untuk memenuhi pesanan-pesanan yang masuk, maka Mika pun kemudian merangkul masyarakat sekitar untuk bekerja di tempatnya.

Perkembangan bisnis Mika berjalan cukup bagus. Sekarang tiap bulannya setidaknya 60 produk diproduksi oleh Mika House. Pembelian produk-produk Mika kebanyakan dari pesanan, setidaknya dalam tiap bulananya ada tiga pesanan yang masuk. Namun untuk tiap harinya beberapa pembeli datang langsung ke tempat usaha untuk membeli produk kerajinan Mika.

“Kami memiliki beberapa produk yang terbuat dari pelepah pisang. Produk utama kita berupa tas, selain itu ada juga tempat tisu, celengan, tempat pakaian kotor, serta souvenir lainnya. Selain produk pelepah pisang yang telah menjadi ciri kas, kami juga membuat gorden, sprey, dan bad cover,” papar Mika.

Untuk proses produksi kerajinan dari pelepah pisang tidak terlalu rumit. Langkah pertama, pelepah pisang dikeringkan dulu. Setelah itu pelepah pisang dibentuk sesuai dengan pola yang sebelumnya telah dibentuk. Untuk pola biasanya dengan menggunakan kayu triplek atau papan. “Untuk pola biasanya kita dapat inspirasi dari majalah. Sedangkan pelepah pisang kita dapatkan dari lingkungan sekitar,” jelas Mika saat di temui di salah satu pameran hasil wirausaha di Semarang.

Selain memanfaatkan alam sekitar untuk berwirausaha, beberapa tetangga yang menjadi karyawan, pasti akan diajari cara membuat barang-barang yang akan diproduksi. Meski tergolong usaha kecil, namun jika jumlah home industry meningkat tentu masalah pengangguran akan lebih teratasi dan alam sekitar pun akan lebih terasa manfaatnya. ”Jika home industri terus berkembang dan masyarakat berfikir pada home industri maka sudah bisa dipastikan pengangguran akan berkurang dan taraf hidup meningkat,” tandas Mika.

Filed under: BISNIS

About aldyreliandi

aku aldy leriandi , kamu siapa ??
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s